PERTEMUAN 2
PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
A. PENGERTIAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Istilah multimedia berkenaan dengan penggunaan berbagai jenis/bentuk media secara berurutan maupun simultan dalam menyajikan suatu informasi. Merril et.al (1996) memberikan pengertian multimedia merupakan kombinasi dari berbagai jenis media seperti teks, grafik, suara, animasi dan video dalam aplikasi komputer. Pengertian yang sama diungkapkan oleh Steven Hackbarth (1996) yaitu:
Multimedia is suggested as meaning the use of multiple media formats for the presentation of information, including texts, still or animated graphics, movie segments, video, and audio information. Computer-based interactive multimedia includes hypermedia and hypertext. Hypermedia is a computer-based system that allows interactive linking of multimedia format information including text, still or animated graphic, movie segments, video, and audio. Hypertext is a non-linier organized and accessed screens of text and static diagrams, pictures, and tables.
Vaughan (2006) mengatakan bahwa multimedia pembelajaran merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada seorang (peserta didik) dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain. Melalui gabungan media-media ini pengalaman belajar menjadi sesuatu yang interaktif yang mencerminkan suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
B. PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
Ada beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan oleh pengajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
(1) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Satu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang lain.
(2) Media adalah bagian intregal dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar pengajar saja., tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam perancangan instruksional. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pembelajaran itu tidak akan terjadi.
(3) Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
(4) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
(5) Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan pembelajaran), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
(6) Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus,tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
(7) Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya. Media yang kongkrit wujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
C. PRINSIP PEMILIHAN MEDIA
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan
seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk
digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan
adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam
kegiatan belajar mengajar.
Menurut Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah
(1) harus diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa, (2) pemilihan
media hams secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru
atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. pemilihan media itu benar-benar
didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa, (3) tidak
ada satu pun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki
kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar
mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk
mencapai tujuan pengajaran tertentu, (4) pemilihan media hendaknya disesuaikan
dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan
bagian yang integral dalam proses belajar mengajar, (5) untuk dapat memilih media
dengan tepat, guru hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media, dan (6)
pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan.
Sedangkan Ibrahim (1991:24) menyatakan beberapa pedoman yang dapat
digunakan untuk memilih media pembelajaran, antara lain (1) sebelum memilih media
pembelajaran, guru harus menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling
baik untuk mencapai semua tujuan. masing-masing media mempunyai kelebihan dan
kelemahan. penggunaan berbagai macam media pembelaiaran yang disusun secara
serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan
pembelajaran, (2) pemilihan media hendaknya dilakukan secara objektif, artinya
benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar siswa, bukan
karena kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan, (3) pernilihan media
hendaknya memperhatikan syarat-syarat (a) sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai, (b) ketersediaan bahan media, (c) biaya pengadaan, dan (d)
kualitas atau mutu teknik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran
adalah (1) media yang dipilih harus sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran,
metode mengajar yang digunakan serta karakteristik siswa yang belajar (tingkat
pengetahuan siswa, bahasa siswa, dan jumlah siswa yang belajar), (2) untuk dapat
memilih media dengan tepat, guru harus mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media
pembelajaran, (3) pemilihan media pembelajaran harus berorientasi pada siswa yang
belajar, artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa,
(4) pemilihan media harus mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan
bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik tempat siswa belajar.
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diturunkan sejumlah faktor yang
mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dipakai
sebagai dasar dalam kegiatan pemilihan. Adapun faktor-faktor tersebut adalah (1)
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, (2) karakteristik siswa atau sasaran, (3) jenis
rangsangan belajar yang diinginkan, (4) keadaan latar atau lingkungan, (5)kondisi
setempat, dan (6) luasnya jangkauan yang ingin dilayani (Sadiman 2002:82).
Pemilihan media pembelajaran oleh guru dalam pembelajaran berbasis
kompetensi membaca puisi juga harus berpedornan pada prinsip-prinsip pemilihan
media yang dilatari oleh sejumlah faktor di atas. Pemilihan media pembelajaran
dalam proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan tujuan instruksional
membaca puisi yang akan dicapai, isi materi pelajaran pembelajaran membaca puisi,
metode mengajar yang akan digunakan, dan karakteristik siswa. Sehubungan
dengan karakteristik siswa, guru harus memiliki pengetahuan tentang kemampuan
intelektual siswa usia SMA, agar guru dapat memilih media yang benar-benar sesuai
dengan siswa yang belajar. Ketepatan dalam pemilihan media akan dapat
meningkatkan mutu proses belajar mengajar membaca puisi sehingga guru dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa.
Sedangkan menurut Sanjaya (2008) ada 5 prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, antara lain:
1. Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas.
3. Pemilihan media harus sesuai dengan karakteristik siswa.
4. Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa serta gaya dan kemampuan guru.
5. Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas, dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.
D. PRINSIP PEMANFAATAN MEDIA
Setelah kita menentukan pilihan media yang akan kita gunakan, maka pada akhimya kita dituntut untuk dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran. Media yang baik, belum tentu menjamin keberhasilan belajar pebelajar jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik. Untuk itu, media yang telah kita pilih dengan tepat harus dapat kita manfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai prinsip--prinsip pemanfaatan media.
Ada beberapa prinsip umum yang perlu kita perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran, yaitu:
1. Setiap jenis media, memiliki kelebihan dan kelemahan
Tidak ada satu jenis media yang cocok untuk semua proses pembelajaran dan dapat mencapai semua tujuan belajar. lbaratnya, tak ada satu jenis obat yang manjur untuk semua jenis penyakit.
2. Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang diperlukan
Namun harap diingat, bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam suatu kegiatan pembelajaran, justru akan membingungkan pebelajar dan tidak akan memperjelas pelajaran.Oleh karena itu gunakan media seperlunya, jangan berlebihan.
3. Penggunaan media harus dapat memperlakukan pebelajar secara aktif. Lebih baik menggunakan media yang sederhana yang dapat mengaktifkan seluruh pebelajar daripada media canggih namun justru membuat pebelajar kita terheran-heran pasif.
Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pembelajaran. Tentukan bagian materi mana saja yang akan kita sajikan dengan bantuan media. Rencanakan bagaimana strategi dan teknik penggunaannya. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong saja. Jika pebelajar sadar bahwa media yang digunakan hanya untuk mengisi waktu kosong, maka kesan ini akan selalu muncul setiap kali pembelajar menggunakan media. Penggunaaan media yang sembarangan, asal-asalan, atau "daripada tidak dipakai", akan membawa akibat negatif yang lebih buruk. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaaan media. Kurangnya persiapan bukan saja membuat proses pembelajaran tidak efektif dan efisien, tetapi justru mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Hal ini terutama perlu diperhatikan ketika kita akan menggunakan media elektronik (Sudjana, Nana. 1989).
DAFTAR PUSTAKA
https://hartanto104.files.wordpress.com/2013/09/buku-ajar_media-pembelajaran.pdf
Merryll, P. F. (et al.). (1995). Computers in educations (3rd ed.). Boston: Allyn & Bacon.
Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Kencana, Jakarta, Indonesia.
Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Pebelajar Aktif dalam Proses Belajar. Bandung: Sinar Baru.
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.