Minggu, 12 Februari 2017

TUGAS TERSTRUKTUR 1


1. Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia. 

        JAWAB :
      
                     Menurut Meyer (2003) CTML memiliki tiga asumsi dasar. Asumsi yang pertama adalah Dual Chanel, manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apa saja yang mereka dapat melalui dua jalur, visual (penglihatan) dan audio (pendengaran). Contohnya yaitu komputer desain program micrososft powerpoint dan radio. Asumsi yang kedua adalah Limited Capacity, manusia memiliki daya tampung yang terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari Cognitive Load Theory. Contohnya yaitu kemampuan mengingat atau memahami / otak serta on-screen text. Asumsi yang ketiga adalah Active Processing, manusia menggabungkan berbagai macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio yang kemudia digabungkan menjadi satu kesatuan yang koheren dan mengintregasikannya dengan pengetahuan yang lain. Contohnya yaitu suara, gambar, dan kata-kata.

   
  2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran  kimia
     
        JAWAB :
                     Model Dual-Coding adalah: model pembelajaran yang dikembangkanberdasarkan prinsip-prinsip  Dual-Coding Theory atau Teori Pengkodean Ganda. Teori pengkodean ganda adalah teori yang berasumsi bahwa manusia memiliki dua sistem pengolahan informasi yang berlainan: satu mewakili informasi verbal dan yang lain mewakili informasi visual Solso, 1998). Lebih lanjut, Paivio (1991, dalam Solso, 1998) menguraikan tentang separated dual-code dan integrated dual-code. Separated dual-code menunjukkan perbedaan yang jelas pada model penerimaan atau penyimpanan informasi dalam memori berdasarkan informasi yang diberikan, dalam hal ini informasi visual dan informasi verbal. Informasi yang diberikan dalam bentuk kata-kata akan diterima dalam bentuk verbal, sedangkan informasi yang diterima dalam bentuk gambar akan diterima atau disimpan dalam bentuk visual. Ada 3 proses yang berlangsung saat seseorang menerima 2 bentuk informasi (verbal dan visual), dalam waktu yang sama, yaitu: 1) membuat gambaran verbal serta kesesuaian dengan informasi verbal yang diterima; 2) membuat gambaran visual serta kesesuaian dengan informasi
visual yang diterima; dan 3) membuat kesesuaian hubungan antara gambaran visual dengan gambaran verbal yang sudah diterima.
                   
                Aktivitas berpikir dimulai ketika sistem sensory memory menerima rangsangan dari lingkungan, baik berupa rangsangan verbal maupun rangsangan nonverbal. Hubungan-hubungan representatif (representational connection) terbentuk untuk menemukan channel yang sesuai dengan rangsangan yang diterima. Dalam channel verbal, representasi dibentuk secara urut dan logis, sedangkan dalam channel nonverbal, representasi dibentuk secara holistik. Sebagai contoh, mata, hidung, dan mulut dapat dipandang secara terpisah, tetapi dapat juga dipandang sebagai bagian dari wajah. Representasi informasi yang diproses melalui channel verbal disebut logogen sedangkan representasi informasi yang diproses melalui channel nonverbal disebut imagen .
     
                    
      DAFTAR PUSTAKA
  
     repository.upi.edu/11784/4/T_IPS_1204758_Chapter1.pdf
    repository.uksw.edu/bitstream/123456789/6029/2/T2_942012061_BAB%20II.pdf
 https://faisalfatih.wordpress.com/2014/12/14/teori-kognitif-pembelajaran-multimedia-cognitive-theory-of-multimedia-learning/
    http://www.penerbitduta.com/read_article/2016/03/kajian-teori-dual-coding-theory#.WKA5RzGk-lo

   

4 komentar:

  1. bagaimana peran multimedia dalam peningkatan minat belajar siswa dan oeningkatan perolehan informasi dalam proses pembelajaran?

    BalasHapus
  2. Teori pengkodean ganda (dual-coding theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk`.
    Lebih lanjut, Paivio (1991, dalam Solso, 1998) menguraikan tentang separated dual-code dan integrated dual-code. Separated dual-code menunjukkan perbedaan yang jelas pada model
    penerimaan atau penyimpanan informasi dalam memori berdasarkan informasi yang diberikan, dalam hal ini informasi visual dan informasi verbal. Informasi yang diberikan dalam bentuk kata-kata akan diterima dalam bentuk verbal, sedangkan informasi yang diterima dalam bentuk gambar akan diterima atau disimpan dalam bentuk visual. Ada 3 proses yang berlangsung saat seseorang menerima 2 bentuk informasi (verbal dan visual), dalam waktu yang sama, yaitu:
    1. membuat gambaran verbal serta kesesuaian dengan informasi verbal yang diterima;
    2 .membuat gambaran visual serta kesesuaian dengan informasi visual yang diterima; dan
    3 .membuat kesesuaian hubungan antara gambaran visual dengan gambaran verbal yang sudah diterima.
    Proses penyampaian dan penerimaan informasi tersebut terdiri dari lima langkah sebagai berikut
    1. Memilih kata-kata yang relevan untuk pemrosesan dalam memori kerja verbal.
    2. Memilih gambar-gambar yang relevan untuk pemrosesan dalam memori kerja visual.
    3. Menata kata-kata terpilih ke dalam model mental verbal
    4. Menata gambar-gambar terpilih ke dalam model mental visual
    5. Memadukan representasi berbasis-kata dan representasi berbasis gambar.

    BalasHapus
  3. Mayer mengemukakan teori pembelajaran dengan berdasarkan tiga asumsi, yakni:
    1. Asumsi dual kanal, yang menyatakan bahwa manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi
    terpisah yakni untuk informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang disajikan secara
    auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap. Pertama, informasi memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal visual maupun melalui kanal auditif. Kedua, informasi informasi ini kemudian diproses secara terpisah tetapi bersamaan di dalam memori kerja ( working memory), di mana isyarat tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar (termasuk di dalamnya video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga, informasi dari kedua kanal tersebut disatukan dan dikaitkan dengan informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Tahap ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi yang sama bisa diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar.hal ini disebabkan karena pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing pembelajar tidaklah sama.
    2. Asumsi keterbatasan kapasitas, yang menyatakan adanya keterbatasan kemampuan manusia memproses informasi dalam setiap kanal pada satu waktu. Dalam satu sesi presentasi, audiens hanya bisa menyimpan beberapa informasi visual (gambar, video, diagram, dsb) dan beberapa informasi tutur (auditif ). Asumsi inilah yang mendasari riset dan teori yang disebut teori beban kognitif (cognitive load theory). Meskipun beban maksimal tiap individu bervariasi, beberapa penelitian menunjukkan bahawa rata-rata manusia hanya mampu menyimpan 5-7 ‘potongan’ informasi saja pada satu saat.
    3. Asumsi pemprosesan aktif, yang menyatakan bahwa manusia secara aktif melakukan pemprosesan kognitif untuk mengkonstruksi gambaran mental dari pengalaman-pengalamannya. Manusia tidak seperti tape recorder yang secara pasif merekam informasi melainkan secara terus-menerus memilih, menata, dan mengintegrasikan informasi dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hasilnya adalah terciptanya model mental dari informasi yang tersajikan. Ada tiga proses utama untuk pembelajaran secara aktif ini, yakni: pemilihan bahan atau materi yang relevan, penataan materi-materi terpilih, dan pengintegrasian materi-materi tersebut ke dalam struktur pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Proses ini terjadi di dalam memori kerja yang terbatas kapasitasnya

    BalasHapus
  4. Tolong jelaskan kenapa Multimedia dapat mengoptimalkan hasil pembelajaran

    BalasHapus